KULINER

KALIANGET DAN RUJAK MADURA


Kalianget, sebuah desa di ujung timur pulau Madura, tempat Hen tanggal di rumah dinas perumahan PT Garam. Dari SD hingga SMA dia tinggal di Kalianget. Semua gedung dan perumahan di situ bekas peninggalan Belanda. Rumah2 yang besar dan megah khas rumah Belanda, pabrik2 pemurnian garam, menara penadah air hujan yang masih berdiri kokoh, sebuah taman (yang saya lupa namanya) memiliki bunker tempat perlindungan jaman perang, pelabuhan kapal. Kalianget merupakan desa yang maju, karena pada jaman penjajahan dulu Sumenep dan sekitarnya berbentuk kerajaan dan daerah Kalianget ini menjadi tempat Belanda tinggal.

 

Kemarin cuaca kurang bagus, gak sepanas yang dibayangkan, malah hujan gerimis, tapi saya sempet jalan2 ke pelabuhannya. pelabuhan ini berisi kapal ferry, dan perahu motor yang menghubungkan Pulau Madura dengan Pulau Raas, Pulau Sapudi dan Pulau Puteran, Pulau Iyang dan pulau2 lain di Kepulauan Kangean.

Dari bibir pelabuhan, jika kita berdiri pun akan terlihat dengan jelas pulau Puteran, menyeberang pulau Puteran bisa memakai ferry kecil atau perahu motor. kalau pake ferry bisa muat banyak, penumpang, motor, mobil dan kendaraan lain. Ada beberapa jadwal penyeberangannya dalam 1 hari. Jika terburu2 dan hanya membawa motor atau sepeda, bisa pake perahu motor, sekali seberang cuma 2.500 rupiah saja/orang. Jika ingin menyeberang ke pulau Sapudi, Raas, dan Kangean dalam seminggu ada 2-3 kali pelayaran, kapal ferrynya lebih besar dan memakan waktu perjalanan +/- 3 jam agak jauh karena perairannya lebih dalam dan memutari pulau Puteran. 

 

Saya dalam kesempatan ini cuma melihat2 kegiatan pelabuhan kecil itu ditengah guyuran gerimis dan belum punya rencana untuk menyeberangi pulau2 itu. *padahal penasaran di sana ada apa ya* 

Selesai melihat2 pelabuhan saya mampir main ke rumah teman Hen dan kebetulan ada pedagang rujak madura lewat membawa tampah yang berisi sayuran yang disunggi diatas kepalanya *persis kayak mbok Bariyah jualan rujak di Unyil* dan saya pun mengisi perut. Rujak Madura seperti apakah? Pada dasarnya sama seperti Rujak Cingur Surabaya, namun yang membedakan petis madura yang menjadi bumbunya. warnanya lebih merah tidak hitam seperti petis Surabaya, lalu bumbu petisnya itu dicampur dengan bumbu kacang sehingga warna bumbu itu menjadi kuning kecokelatan. Isi rujaknya sendiri pun unik ada timun, kecambah(toge), daun kangkung rebus, bengkuang, mangga muda, kedondong, kadang ada jambu monyetnya, dan cingur sapi, lalu tak lupa ditaburi keripik singkong! iya yang bikin unik ialah keripik singkongnya dan bawang goreng tak lupa. isinya seray sehat dan mengenyangkan, rasanya gurih, asin... nikmat! ah mendeskripsikan Rujak Madura ini bikin saya jadi kepengin!
 

 

2 komentar:

  1. kalo bisa daerah yang lain juga mas, dasuk misalnya.. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih mbak azza atas sarannya...:)

      Hapus